KELUARGA SEJAHTERA MENURUT AGAMA HINDU
Oleh : I Kadek Suwerta, S.Pd.H
Semua
agama mengajarkan tentang kebajikan tidak ada satupun agama yang mengajarkan
tentang keburukan, baik dalam menjalani kehidupan maupun dalam berkeluarga dan
dalam makalah ini saya coba untuk memaparkan keluarag sejatera menurut agam
Hindu
Dalam ajaran agama hindu sebuah keluarga
dikatakan sejahtera juga bahagia itu dimulai dari sebuah perkawinan yang sah
menurut agam hindu sehingga bisa dikatakan sebagai keluaga yang sukinah, karena
cikal bakal sebuah keluarga dasarnya adalah perkawinan/perkumpualan antara
wanita dan lelaki sehinggga menghasilkan katurunan dan seterusnya.
Telah menjadi kodratnya
sebagai mahluk sosial bahwa setiap pria dan wanita mempunyai naluri untuk
saling mencintai dan saling membutuhkan dalam segala bidang. Sebagai tanda
seseorang menginjak masa ini diawali dengan proses perkawinan. Perkawinan
merupakan peristiwa suci dan kewajiban bagi umat Hindu karena Tuhan telah
bersabda dalam Manava dharmasastra IX. 96 sebagai berikut:
“Prnja nartha
striyah srstah samtarnartham ca manavah.
Tasmat sadahrano
dharmah crutam patnya sahaditah”
“Untuk menjadi Ibu,
wanita diciptakan dan untuk menjadi ayah, laki-laki itu diciptakan. Upacara
keagamaan karena itu ditetapkan di dalam Veda untuk dilakukan oleh suami dengan
istrinya.
Untuk bisa terweujudnya keluarga yang sejahtera
hendaknya hubungan suami intri itu harus dijaga sampai akhir hayat.seperti apa
yang tertuang dalam Manava Dharmasastra IX. 101 dan 102 sebagai berikut
“Anyonyasyawayabhicaroghaweamarnantikah,
Esa dharmah
samasenajneyah stripumsayoh parah”
“Hendaknya supaya
hubungan yang setia berlangsung sampai mati, singkatnya ini harus dianggap
sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri”.
“Tatha nityam
yateyam stripumsau tu kritakriyau,
Jatha nabhicaretam
tau wiyuktawitaretaram”
“Hendaknya laki-laki
dan perempuan yang terikat dalam ikatan perkawinan, mengusahakan dengan tidak
jemu-jemunya supaya mereka tidak bercerai dan jangan hendaknya melanggar
kesetiaan antara satu dengan yang lain
Berdasarkan kedua sloka
di atas nampak jelas bahwa agama Hindu tidak menginginkan adanya perceraian.
Bahkan sebaliknya, dianjurkan agar perkawinan yang kekal hendaknya dijadikan
sebagai tujuan tertinggi bagi pasangan suami istri. Dengan terciptanya keluarga
sejahtera juga bahagia dan kekal maka kebahagiaan yang kekal akan tercapai
pula. Ini sesuai dengan ajaran Veda dalam kitab Manava Dharma sastra III. 60 ,
sebagai berikut:
“Samtusto bharyaya bharta bharta tathaiva ca,
Yasminnewa kule nityam kalyanam tatra wai dhruwam”
“Pada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan
demikian pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti kekal
Demikian beberapa hal
yang perlu diperhatikan untuk bisa dijadikan acuan dalam akan mengarungi
kehidupan rumah tangga, agar bisa mewujudkan keluarga yang sejahtrea juga
bahagia seperti apa yang menjadi tujuan agama Hindu seperti yang tertuang dalam
kitab suci Weda sebelum menjelaskan lebih rinci tentang keluarga sejahtera
menurut agama Hindu.
Tolok Ukur Rumah
Tangga sejahtera juga bahagia (Sukhinah) Meurut Hindu
Sejahtera juga bahagia adalah suatu keadaan dimana rohani (jiwa)
terbebas dari penderitaan , dimana jiwa dalam keadaan tentram dan damai
(santhi). Dalam agama Hindu terciptanya kebahagiaan lahir dan bathin. Sehinngga
bisa disebut jagadhita yaitu kesejahtraan terpenuhinya segala kebutuhan
lahiriah yang berupa sandang, pangan dan papan. Suatu keluarga sejahtra kalau
terpenuhinya segala keperluan hidup sehari-hari dalam bentuk materi. Namun
keluarga yang sejahtera ini belum tentu menikmati kebahagiaan
ada kalanya suatu keluarga yang sangat minim terpenuhinya keperluan materinya,
tetapi menikmati kebahagiaan. Karena itulah, kesejahtraan dan kebahagiaan ini
haruslah seimbang. Keseimbangan yang harmonis ini dapat menjadikan keluarga itu
mantap, tentram,damai : ini berarti kebahagiaan lahir batin yang merupakan
tujuan utama perkawinan itu benar-benar dapat di capai sehingga bisa dikaakan
keluarga sejahtera yang sukinah
Demi
terwujudnya dan terpeliharanya rumah tangga/keluarga yang sejahtera, kiranya
perlulah kita menyadari dan mengetahui tentang unsur dan kreteria rumah
tangga yang menjadi tolak ukur keberhasilan didalam mewujudkan rumah tangga
yang sejahtera dan juga bahagia.
Unsur
rumah tangga sejahtera dan bahagia menurut hindu :
1)
Kecintaan. Cinta adalah dorongan yang sangat kuat sekali yang timbul dari
dasar hati yang paling dalam untuk membahagiakan obyek itu sendiri, degan tidak
melihat kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri obyek tersebut, dan mau
menerimanya dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
2).
Kegembiraan tidak menanggung papa dan dosa. Kegembiraan merupakan suatu
harapan dalam rumah tangga.
3).
Kepuasan. Pernyataan rasa syukur terhadap
semua anugrah Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa harus
diwujudkan dengan prilaku sehari-hari agar dapat mencapai kesempurnaan
hidup dan kepuasan bathin. Dengan membangun rasa syukur terhadap hasil yang
telah dicapai maka akan dapat memberikan kepuasan " Bila dalam rumah
tangga tidak dilandasi oleh Dharma maka rumah tangga akan diselimuti oleh napsu
indria yang akan mengantarkan rumah tangga tersebut dalam jurang kehancuran.
Dalam rumah tangga ada tiga (3 ) hal yang harus disyukuri sebagai mana termuat
dalam kitab Canakya Nitisastra VII. 4 sbb :
Santosa
trisu kartavyah
Swadare
bhojane dhane artinya :
Bersyukurlah
dengan tiga hal yaitu : dengan istri sendiri, makanan yang ada dan rejeki yang
diperoleh.
Manusia
dalam hidup ini selalu mengembangkan keinginannya dan tidak ada manusia yang tidak
punya keinginan. Ada ingin untuk makan minum yang enak -enak, ingin kaya
raya , ada yang hanya ingin nafsu sex, ada juga yang ingin selalu dekat dengan
Tuhan, dll. Nafsu haus dan lapar, nafsu sex, nafsu untuk kaya tidak mungkin
dipenuhi secara maksimal. Karena nafsu ibarat api semakin di siram minyak ia
semakin besar . Oleh karena itu nafsu harus dikendalikan karena kalau tidak,
akan dapat menimbulkan bencana.
a)
Bersyukur terhadap harta yang diperoleh sesuai dharma yang akan mampu
membangun keluarga bahagia.
b)
Bersyukur terhadap makanan yang telah disiapkan dalam rumah tangga . Makanan
yang dimasak dengan tujuan menghidupi anggota keluarga akan memberikan
nilai spiritual yang sangat tinggi karena sebelum di hidangkan
diawali dengan yajna sesa sehingga yang memakannya akan terlepas dari
papa dosa. Sehingga seorang anggota keluarga pantang untuk menghina
masakan yang dihidangkan dalam rumah tangga . Kalau makanan siap saji
yang dibeli di pasar cara masak dan tujuan membuatnya berbeda
dengan masakan dalam rumah tangga karena tujuannya untuk bisnis.
c)
Bersyukur dengan istri sendiri. Rasa syukur disini jangan membuahkan kepuasan
bathin yang akan menghindari terjadinya perselingkuhan . Karena
perselingkuhan merupakan pengkhianatan terhadap tujuan perkawinan . Istri
sering diibaratkan sebagai sungai yang hatinya selalu berliku-liku perlu
mendapatkan perhatian yang khusus bagi seorang suami sehingga hatinya bisa
tetap lurus dengan komitmen yang telah diikrarkan pada waktu perkawinan.
4)
Kedamaian. Unsur kedamaian berarti tidak adanya
perasaan yang mengancam dalam hidupnya. Hidup dijaman kali yuga, ibarat ikan
hidup di air yang keruh dimana pandangan terhalang oleh keruhnya air. Oleh
karena itu banyak yang salah lihat sehingga temannya yang hitam bisa
dilihat kuning sehingga kehidupan temannya yang bopeng bisa dilihat tampan.
Pandangan manusia dihalangi oleh gelapnya adharma yang sangat kuat
pengaruhnya dalam hidup pada jaman kali. Manawa Dharmasastra menyatakan
dharma pada jaman kali hanya berkaki satu sedang adharma berkaki tiga. Kekuatan
adharma itulah yang menjadi penghalang sehingga orang sering keliru
melihat kebenaran. Banyak yang benar dipandang sebagai ketidak benaran ,
demikian juga sebaliknya. Terhalangnya hati nurani menyebabkan munculnya
kekuasaan Panca klesa yaitu : kegelapan, egois, hawa nafsu, kebencian, takut
akan kematian. Akibatnya banyak manusia saling bermusuhan dan
terkadang musuh sering kelihatannya seperti teman.
Dalam Canakya Nitisastra IV.
10 menyebutkan ada tiga hal yang menyejukkan hati yang menjadi andalan
untuk membangun kedamaian dan kesejukan hati.
Samsara tapa dagdhanam
Trayo sisranti hetavah
Apatyah ca kalatran ca
Satam sanggatir ewa ca
artinya:
Dalam
menghadapi kedukaan dan panasnya kehidupan duniawi ada tiga hal yang
menyebabkan hati orang menjadi damai yaitu anak, isrti dan pergaulan
dengan orang suci..
Anak
adalah merupakan curahan kasih sayang, lebih-lebih anak yang patuh dan
berbakti kepada orang tua. Meskipun marah orang tuanya kepada anaknya
sebenarnya bukanlah karena kebencian tetapi keinginan orang tua menjadikan
anaknya yang sukses. Norana sih manglwehane atanaya yang
artinya tidak ada cinta kasih yang melebihi kasih orang tua kepada anaknya. Carilah
kedamaian hati dalam dinamika kehidupan bersama anak dan istri/suami . Dinamika
inilah yang akan mewujudkan kedamaian rumah tangga.
5).
Ketentraman. Ketentraman dalam keluarga akan didapat apabila anggota
keluarga memiliki kesehatan sosial. Kemampuan untuk melakukan hubungan sosial
dengan tetangga kiri kanan belakang dan depan merupakan suatu kebutuhan setiap
keluarga. Semuanya ini didasarkan oleh ajaran Dharma dengan berpegang pada
pikiran, perkataan dan laksana yang baik maka akan dapat melakukan kerja sama
dengan baik. Hubungan sosial yang baik akan mempengaruhi perasaan setiap
pribadi akan mendapat perlindungan kalau ada sesuatu yang akan mencelakakan
rumah tangganya . Hubungan kerja sama dalam ajaran agama hindu mutlak ada dalam
rumah tangga sehingga sesama akan merasakan saling menjaga dan melindungi.
Dalam kitab Niti Sastra dilukiskan bagi orang yang mau kerja sama seperti singa
dan hutan. Keduanya memiliki kehidupan yang berbeda tetapi mampu bekerja
sama. Singa menjaga hutan, akan tetapi ia selalu dijaga oleh hutan. Jika singa
dengan hutan berselisih, mereka marah, lalu singa akan meninggalkan hutan. Maka
hutan akan dirusak dan dibinasakan oleh orang, pohon-pohon ditebangi , maka
singa akan lari sembuyi didalam jurang ditengah ladang, yang akhirnya diserbu
dan binasakan orang.
Bertolak
dari seloka ini maka setiap rumah tangga harus sehat sosial yang ditandai
dengan kemauan bekerja sama yang dilandasi oleh ajaran Tat Twam Asi
sehingga kalau ada kesalahan ucapan dan perbuatan maka saling memaafkan,
sehingga rasa permusuhan tidak ada dalam hati. Disamping itu juga
ketaatan terhadap norma hukum sehingga bhatin terasa tentram akan muncul
sendirinya karena ada rasa saling melindungi .
Selain
kelima hal diatas yang menjadi tolak ukur sebuah keluarga yang dikatakan
sejahtera menurut hindu ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan.
1.
Melakukan penghematan
Pepatah mengatakan bahwa hemat itu
pangkaln kaya, jadi inilah yang mesti dilkukan untuk bisa menjadikan sebuah
keluarga sebagai keluarga yang bahagia,dengat menghemat uang yang kita peroleh
kita bisa mengantisipasi hal-hal/ kemungkinan terburuk yang tidak terduga dalam
kehidupan, dengan selalu mengucap syukur kepada Hyang Widhi atas uang yang kita
peroleh, seperti yang disabdakah Hyang Widhi dalam Atharvaveda mandalan XIX,Sukta
8,Sloka 2.
Yogam Pra Padye Ksmam Ca
Artinya
Semoga kami memperoleh uang dan melestarikannya
(menghematkannya)
Selain itu hal penting yang harus diperhatikan,bahwa
kekayaan yang kita peroleh musti berdasarkan/berlandaskan dharma.
2.
Mengucap syukur kepada
Tuhan dan harta yang diperoleh harus tanpa dosa.
Bersyukurlah kepada Tuhan dengan apa yang telah kita peroleh, dan jangan
melakukan suatu pekerjaan dengan melakaukan dosa, karena itu Akan menjadi karma
buat kita,baik sekarang maupun diakan dating.dengan selalu mengucap syukur kita
akan selalu mendpat berkah dari Hyang Widhi, seperti yang dinyatakan dalam Rg
Veda.10.37.11
Tad asme sam yor
arapo dadhatana
Artinya
Ya tuhan berkahilah kami dengan kebahagian dan kesejahteraan(yang
diperoleh) tanpa dosa
3.
Usahakan agar kita
terbebas dari hutang
Sejak lahir kita tel;ah terikat oleh
hutang, jadi jika biasa usahakan untuk tidak telalu banyak terikat akan hutang
untuk biasa mewujudkan kesejahteraan dalam lingkungan rumah tannga seperti apa
yang dinyatakan dalam atharwaveda
VI.117.3.
Arna Asmin Arnah Prasmin,Triye Loke Arnah Syama
ArTinya
hendaknya kami bebas dari hutang didunia ini,
didunia yang lain dan didunia berikutnya nanti.
jadi kita sendirilah yang musti bisa
menentukan untuk kita tidak terus menerus terikat akan hutang hidup di jaman
kali yuga untuk bisa menjadikan sebuah keluarga yang ssejahtera, karena jika
kita terus menerus terikat oleh utang maka sangat tidak biasa dikatakan sebuah
keluarga sebagai keluarga yang sejahtera karena ada beban fikiran yang tertanam
dalam dirinya sehinga membuat ketidak nyamanan dalam hidup
dan dapat disimpulkan keluarga yang sejahtera merupakan
keluarga yang bisa menjalankan ajaran catur purusaartha,mendapatkan segala
sesuatu didunia ini dengan landasan Dharma,seperti apa yang dinyatakan dalam
cantiparwa
prabhawar thaya
bhutanam
dharma prawacana
krtam
yah syat
prabhawacam yuktah
sa dharma iti
nicacayah
artinya
segala sesuatu yang bertujuan
memberi kesejahteraan dan memelihara semua mahluk,itulah disebut dharma
(agama), segala sesuatu yang membawa kesentosaan dunia itulah dharma yang
sebenarnya
Tujuan perkawinan dalam Hindu ialah
menjadikan kelarganya sejahtera juga bahagia (SUKHINAH) Sesuai dengan ajaran
veda.
Disampaikan dalam penyuluhan keluarga seahtera di waebakul,
kabupaten sumba tengah prov NTT.
Suwerta86.blogspot.com
Super bnget gan software sadap berguna bnget ama ane yg lgi butuhin, the best pkoknya www.peretas-ku.blogspot.com jasa jual beli software hack whatsapp ampuh terjamin privasi jga hrga ama kwalitas gak mngecewakan!!!
BalasHapus