Sabtu, 27 September 2014

apikasi dapodikmen802

bagi teman2 yang merasa kesulitan mendownoad apikasi dapodikmen 802 teman2  bisa coba ini yang sdh di rar download di disinil
selamat mencoba semoga bermanfaat.

Jumat, 12 September 2014

CARA BUAT NISN TERBARU BAGI KELAS 12,9 DAN 6

1. cek nama siswa untuk kelas akhir atau yang baru san taman di. disini  cari berdasarkan nama dan tanggal lahir ,kalau belum ada nisnya berarti belum punya, kalau belum punya silahkan ikuti langkah2 berikut
2. pastikan komputernya sudah terinstal aplikasi adobe reader
2. silahkan download formulir pengajuan NISNnya disini
4. selanjutnya istal aplikasi confer word to pdf atau merubah word ke pedf download aplikasinya disini
5. silahkan isi formulirnya dengan benar pilih jenjang sekolahnya dengan benar, dan isi kelas dengan akangka jangan huruf
6. setelah selesai isi formulir save as vor mulir dengan npsn dan nama sekolah , seperti gambar dibawah ini.
7. selanjutnya conver file axenya kedalam pdf
8. prin formulirnya dan halaman terakhir tandatangan kepala sekolah lalu cap kemudian di scan pastikan aut put scan/hasil scanan dalam pdf janagn poto
9.kirim formulir seperti gamabar dibawah ini
10. pastikan menggunakan email sekolah jangan menggunakan email pribadi

demikian semoga bermanfaat...
suwerta

Minggu, 24 Agustus 2014

RPP PRAKARYA KELAS 7 SMP 2014

 Silahkan yang mau lihat contoh rpp prakarya, bisa download 
DISINI,
maaf kelas 8 blm PUNYA karna gak ngajar kelas delapan, 
TERIMA KASIH, 
SEMOGA MENJADI HAL YANG BAIK.
 SUWERTA

Jumat, 22 Agustus 2014

contoh sk operator sekolah

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA BARAT
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 3 WAIKABUBAK
Alamat : Jln. Weekarou, kelurahan weekarou, Tlp.( 0387 ) 21496
Email: smpn3waikabubak@gmail.com

=================================================================
KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 WAIKABUBAK
KECAMATAN KOTA WAIKABUBAK KABUPATEN SUMBA BARAT
Nomor : 072/124.31.1/SMP.3/KP/VII/2014

TENTANG
PENETAPAN PETUGAS ADMIN/ OPERATOR DAPODIK DAN PADAMU NEGERI
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 WAIKABUBAK
Menimbang
:
a.



b.


c.
Bahwa dalam rangka pengambilan kebijakan dan penyusunan program pembangunan di bidang pendidikan di SMP Negeri 3 Waikabubak Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka dibutuhkan tersedianya data dan informasi yang akurat, aktual dan lengkap.
Bahwa dalam pelaksanaan sebagaimana dimaksud point A di atas perlu menetapkan Petugas Admin/ Operator DAPODIK maupun PADAMU NEGERI  pada SMP Negeri 3 Waikabubak Kecamatan Kota Waikabubak
Bahwa Saudara yang namanya tercantum dalam lampiran keputusan ini dianggap mampu dan memenuhi syarat untuk di tetapkan sebagai Petugas Admin/ Operator DAPODIK/PADAMU NEGERI SMP Negeri 3 Waikabubak
Mengingat
:
1.
Permendikbud Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


2.
Intruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan Menteri Pendidikan Nasional;


3.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)


4.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik


5.
Surat Edaran nomor: 0293/MPK.A/PR/2014 tentang Pelaksanaan Instruksi Menteri nomor 2 tahun 2011


6.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 101 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan BOS Sekolah Tahun Anggaran 2014;


7.
Surat Edaran Mendagri Nomor 890/2173/sj Perihal Revitalisasi Kelembagaan Pendataan Pendidikan pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota;          




Memperhatikan

a.
Hasil rapat Dewan Guru SMP Negeri 3 Waikabubak, pada hari selasa. Tanggal 17 Juni  Tahun 2014


b.
Hasil Sosialisasi Pelaksanaan Pendataan Sekolah Pada hari selasa. Tanggal 17 Juni  Tahun 2014



MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:


Pertama
:
Menetapkan saudara yang tercantum dalam lampiran keputusan ini sebagai Petugas Admin/ Operator Pendataan DAPODIK/PADAMU NEGERI SMP Negeri 3 Waikabubak Kecamatan Kota Waikabubak, dengan tugas sebagai berikut :
1.     Mengumpulkan data pokok pendidikan meliputi data Sekolah, data PTK dan data Peserta Didik sesuai dengan format yang disediakan.
2.     Mengelola data pokok pendidikan yang terdiri dari data Sekolah, data PTK dan data Peserta Didik pada  SMP Negeri 3 Waikabubak Kecamatan  Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, baik secara Online ataupun Offline.
3.     Menyediakan pelayanan data dan informasi kepada pihak yang membutuhkan dengan cepat dan ramah.
Kedua
:
Dalam melaksanakan tugasnya Admin/ Operator DAPODIK/PADAMU NEGERI SMP Negeri 3 Waikabubak bertanggungjawab kepada Sekolah.
Ketiga
:
Segala biaya yang timbul akibat keputusan ini akan dibebankan kepada anggaran dana BOS yang berlaku.
Keempat
:
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Waikabubak
Pada Tanggal : 17 Juni 2014
Kepala Sekolah Smp Negeri 3 Waikabuak


= PETRY WILSON MEDAH =
Nip : 19580916 198103 1 013

Salinan Keputusan ini dikirimkankepada yang terhormat  :
1.        Dinas/ KKDAPODIK Kab. Sumb Barat
2.        Yang bersangkutan
3.        Arsip

Lampiran : SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 3 WAIKABUBAK
Nomor       : 072/124.31.1/SMP.3/KP/VII/2014
Tanggal      : 17 Juni 2014


DATA PRIBADI ADMIN/ OPERATOR DAPODIK
SMP NEGERI 3 WAIKABUBAK


1.
Nama
I KADEK SUWERTA, S.Pd.H
2.
Jenis Kelamin
LAKI-LAKI
3.
Pendidikan Terakhir
S1
4.
NUPTK
2444764666120002
5.
Tempat, Tanggal Lahir
BALI, 12 JANUARI 1986
6.
NIK
5312151201860001
7.
Agama
HINDU
8.
Status Kawin
KAWIN
9.
Alamat
JL. KI HAJAR DEWANTARA
10.
Status Kepegawaian
PNS
11.
NIP
198601122010011023
12.
Jabatan di Sekolah ini
Guru/ Operator DAPODIK/PADAMU NEGERI


Ditetapkan di : Waikabubak
Pada Tanggal : 17 Juni 2014
Kepala Sekolah Smp Negeri 3 Waikabuak



= PETRY WILSON MEDAH =

Nip : 19580916 198103 1 013

Kamis, 21 Agustus 2014

CARA UPDATE SEMESTER PADA APLIKASI DAPODIKMEN

Selamat malam sahabat bloger, baru bisa update, ditengah jadwal yang lumayan menguras tenaga, kali ini saya akan mencoba membagaikan sedikit imformasi tentang dapodikmen, yang kemungkinan sekolah2 disekitaran saya belum ada yang mengerjakan karena belum mendapat kode registrasi, meskipun aplikasinya sudah mencapai pada tahan 802. saya ambil salah satu sekolah kejuruan di sekitaran wilayah saya,
banyak para operator dikmen yang kebingungan ketiga selesai mengerjakan instalasi aplikasi, karena tahun ajaranya dah lewat apa yang harus dilakukan
1. silahkan buka aplikasi dapodikmen, pastikan sudah 802
2. silahkan masuk diberanda dan lihat kolom bagian bawah seperti pada gambar dibawah ini
3. silahkan klik validasi, ( abaikan saja semua tanda merah maupun kuning pada tampilan) lalu keluar
4. lakukan sinkronisasi seperti pada gambar diatas pada perintah no 2
5. tunggu beberpa menit hingga sinkronisasi berhasil
6. silahkan log out aplikasi dan keluar dari sistem broswer
7. silahkan klik aplikasi dapodikmen, lalu tekan f5 dan log in ulang, maka tahun ajaran 2014/2015 akan muncul
8. data pada massing2 sekolah akan berbeda di pengaruhi oleh aplikasi PAS yang pernah dikerjakan sebelumnya, jika waktu mengerjakan PAS datanya berhasil dikirim maka frefil data bis akan menyimpan data anda, jika tidak berhasil mengirimnya paka aplikasi dapodikmennya akan kosong itu berarti anda harus kerja dari nol

sekian dulu , semoga bermanfaat
waikabubak, agustus 2014

Senin, 18 Agustus 2014

CARA BUAT NISN BAGI OPERATOR SD DAN SMP



Nasib Operator Sekolah

Bercerita sedikit dalam waktu luang, yang beginilah kira-kira nasib sang operator sekolah, namun tak semuanya sama, sudah mau tiga generasi bekerja dan terus bekerja, namun apa mau dikata, pujian sudah berapa pujian didapat namun kenyataanya operator juga manusia yang butuh makan, yang tak kenyang dengan punjian, bahkan terakhir tersebar berita bahwa operator sekolah menyelamatkan terilunan  uang negara,  namun apa mau dikata, mukin sebagian operator sekolah dapat bernafas seidkit, karena katanya ada juknis bos yang memperbolehkan memberikan tunjangan sedikit kepada operator sekolah, namun apakah kenyataan semua operator sekolah sudah mendapatkan hak itu, heeeeeeemmmm....!, kayaknya belum deh, boro-boro dapat tujangan, bahkan ketika operator dengan nada bercanda menyakan insetif bisa dibentak dengan sang pimpinan, kasian, kasian, kasian!!!!!,
tapi mereka tak mengenal lelah juga, mau siang malam bekerja demi kepentingan bersama, salut buat operator sekolah deh.!
keluahan demi keluhan yang dilayangkan oleh operator sekolah ketika mengerjakan dapodik, bertanya kepada yang berwajib, boro-dijawab, yang ada didiamin seribu bahasa,. adoooo matu su...
bahkan keluhan begitu banyak yang dihadapi operator tak mendapat solusi, akhirnya bercerita sesama operator demi mencari jalan keluar.
Namun tak semua menyadari, derita yang dialami operator, ketika terjadi masalah, karena tidak mendapat solusi maka cacian dari para guru dan pimpinan harus diterima dengan lapang dada, dan bahkan setelah mendapat masalah apa yang terjadi, guru dan pimpinan serta dinaspun menyalahkan dan menyudutkan operator sekolah, begoklah, totol lah, dungu lah, gaptek lah, kampuanganlah, ndesolah, ketinggalan jaman lah, aduuuuhhhh kasiannya,,,,,,!
sudah gak dapat apa2, dicaci, begadang siang malam, serasa alis mata mau menyatu duduk didepan kompter demi rampungnya data.
yaaah sebagian orang bilang ma inilah salah satu pengabdian kita, yaah kalau orang sudah bilang seperti itu mau bilang apa juga, terima aja....
yaaahh mari terus bersemangat bekerja tanpa diperintah katanya, walaupaun banyak derita mungkin itulah resiko dari pekerjaan.
memang hidup itu susah kawan,
tetap semngat mengabdi demi perjuangan,
SALAM OPERATOR SEKOLAH!
SALAM SATU DATA.!
SALAM INDONESIA!
SEMANGGAAATT!!!!!!!!!!!

Rabu, 23 Juli 2014

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN UNTUK KURIKULUM 2013

Berdasarkan buku pegangan guru kemendikbud 2013, Terdapat beberapa model-model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan menggunakan pendekatan ilmiah di kelas pada kurikulum 2013, antara lain seperti berikut:
1. Model Pembelajaran Kolaborasi
Pembelajaran kolaborasi (collaboration learning) menempatkan peserta didik dalam kelompok kecil dan memberinya tugas di mana mereka saling membantu untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok. Dukungan sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian sangat membantu mewujudkan belajar kolaboratif. Metode yang dapat diterapkan antara lain mencari informasi, proyek, kartu sortir, turnamen, tim quiz.
2. Model Pembelajaran Individual
Pembelajaran individu (individual learning) memberikan kesempatan kepada peserta didik secara mandiri untuk dapat berkembang dengan baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain tugas mandiri, penilaian diri, portofolio, galeri proses.
3. Model Pembelajaran Teman Sebaya
Beberapa ahli percaya bahwa satu mata pelajaran benar-benar dikuasai hanya apabila seorang peserta didik mampu mengajarkan kepada peserta didik lain. Mengajar teman sebaya (peer learning) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya. Metode yang dapat diterapkan antara lain: pertukaran dari kelompok ke kelompok, belajar melalui jigso (jigsaw), studi kasus dan proyek, pembacaan berita, penggunaan lembar kerja, dll.
4. Model Pembelajaran Sikap
Aktivitas belajar afektif (affective learning) membantu peserta didik untuk menguji perasaan, nilai, dan sikap-sikapnya. Strategi yang dikembangkan dalam model pembelajaran ini didesain untuk menumbuhkan kesadaran akan perasaan, nilai dan sikap peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain: mengamati sebuah alat bekerja atau bahan dipergunakan, penilaian diri
dan teman, demonstrasi, mengenal diri sendiri, posisi penasihat.
5. Model Pembelajaran Bermain
Permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan dramatis yang jarang peserta didik lupakan. Humor atau kejenakaan merupakan pintu pembuka simpul-simpul kreativitas, dengan latihan lucu, tertawa, tersenyum peserta didik akan mudah menyerap pengetahuan yang diberikan. Permainan akan membangkitkan energi dan keterlibatan belajar peserta didik. Metode
yang dapat diterapkan antara lain: tebak gambar, tebak kata, tebak benda dengan stiker yang ditempel dipunggung lawan, teka-teki, sosio drama, dan bermain peran.
6. Model Pembelajaran Kelompok
Model pembelajaran kelompok (cooperative learning) sering digunakan pada setiap kegiatan belajar-mengajar karena selain hemat waktu juga efektif, apalagi jika metode yang diterapkan sangat memadai untuk perkembangan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain proyek kelompok, diskusi terbuka, bermain peran.
7. Model Pembelajaran Mandiri
Model Pembelajaran mandiri (independent learning) peserta didik belajar atas dasar kemauan sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan memfokuskan dan merefleksikan keinginan. Teknik yang dapat diterapkan antara lain apresiasi-tanggapan, asumsi presumsi, visualisasi mimpi atau imajinasi, hingga cakap memperlakukan alat/bahan berdasarkan temuan sendiri atau modifikasi dan imitasi, refleksi karya, melalui kontrak belajar, maupun terstruktur berdasarkan tugas yang diberikan (inquiry, discovery,recovery).
8. Model Pembelajaran Multimodel
Pembelajaran multimodel dilakukan dengan maksud akan mendapatkan hasil yang optimal dibandingkan dengan hanya satu model. Metode yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah proyek, modifikasi, simulasi, interaktif, elaboratif, partisipatif, magang (cooperative study), integratif, produksi, demonstrasi, imitasi, eksperiensial, kolaboratif.
Dari artikel tersebut saya buat intisarinya dalam artikel ini. Setidaknya ada 3 model pembelajaran yang cocok diterapkan pada kurikulum 2013. Di antaranya sebagai berikut.
1.      Discovery Learning
Model pembelajaran discovery learning dilakukan dengan beberapa langkah pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan (kegiatan inti), dan penilaian.
Pada kegiatan inti yaitu pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran discovery learning dilakukan hal-hal berikut.
1)      pemberian stimulasi/rangsangan,
2)      pernyataan/identifikasi masalah,
3)      pengumpulan data,
4)      pengolahan data,
5)      verifikasi/pembuktian dan
6)      menarik kesimpulan/generalisasi.
 Tahapan penilaian tentu dilakukan model authentic assesment
2.      Problem Based Learning
Problem based learning adalah, metode mengajar yang menggunakan masalah yang nyata, melalui masalah itu, terjadilah proses belajar siswa. Mereka akan belajar berbagai hal termasuk ingatan (kognitif) maupun keterampilan berpikir kritis.
Problem based learning adalah metode mengajar dengan fokus pemecahan masalah yang nyata, kerja kelompok, umpan balik, diskusi, dan laporan akhir.
3.      Project Based Learning
Nah, inilah model yang sedang jadi bahasan kita di bulan ini. Model pembelajaran berbasis proyek  merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.
Guru menugaskan siswa untuk melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Demikian intisari dari artikel tentang model-model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum 2013. Model pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh guru. Oleh karena guru merupakan ujung tombak pelaksana pembelajaran di kelas. Di sanalah, kreativitas guru sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
Selengkapnya dapat dibaca di sumber aslinya di link berikut





Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Strategi pembelajaran.
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalamStrategi Pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1.      Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2.      Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3.      Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4.      Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1.      Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2.      Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3.      Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaranadalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1)exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “aplan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).
Metode pembelajaran
Jadimetode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan taktik pembelajaran.Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik Pembelajaran.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran.  Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
==========
Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)
Bottom of Form

 

 

 

 

MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN

1. SCL (“Student-centred learning)
“Student-centred learning or student-centered learning is an approach to education focusing on the needs of the students, rather than those of others involved in the educational process, such as teachers and administrators” (Wikipedia, 2006). Lea, Stephenson, dan Troy (2003 dalam O’Neill &McMahon, 2005) mendefinisikan SCL secara lebih luas yaitu bahwa SCL mencakup ketergantungan terhadap belajar aktif, penekanan terhadap belajar secara mendalam, pemahaman, meningkatnya tanggungjawab di pihak siswa, meningkatnya perasaan otonomi pada pembelajar, saling ketergantungan antara guru dan siswa. SCL lebih merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang refleksif baik bagi pihak siswa maupunguru.Dalam pendekatan SCL, pembelajar memiliki tanggung jawab penuh atas kegiatan belajarnya, terutama dalam bentuk keterlibatan aktif dan partisipasi siswa. Hubungan antara siswa yang satu dengan yang lainnya adalah setara, yang tercermin dalam bentuk kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas belajar. Guru lebih berperan sebagai fasilitator yang mendorong perkembangan siswa, dan bukan merupakan satu-satunya sumber belajar. Keaktifan siswa telah dilibatkan sejak awal dalam bentuk disain belajar yang memperhitungkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman belajar siswa yang telah didapatkan sebelumnya. Contoh pendekatan SCL
 2. Active Learning
Pembelajaran aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses pembelajaran tersebut, sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki.
Menurut Bonwell (1995), pembelajaran aktif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1)      Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas,
2)      Siswa tidak hanya mendengarkan pelajaran secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran,
3)      Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran,
4)      Siswa lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi,
5)      Umpan-balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran.
Contohnya kita bisa lihat pada salah satu teknik pembelajaran aktif yaitu Exam questions writing : Untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi pelajaran tidak hanya diperolehdengan memberikan ujian atau tes. Meminta setiap siswa untuk membuat soal ujianatau tes yang baik dapat meningkatkan kemampuan siswa mencerna materi pelajaranyang telah diberikan sebelumnya. Pengajar secara langsung bisa membahas dan memberikomentar atas beberapa soal yang dibuat oleh siswa di depan kelas dan/ataumemberikan umpan balik kemudian.
3. Constructivism
Pendekatan Constructivisme merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya siswa membangaun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan berfokus pada pembelajaran secara mendalam dengan pengalaman yang relevan, materi pembelajaran terintegrasi, dan disusun sendiri oleh siswa.
Contohnya: Guru memberikan data mentah dan materi-materi yang interaktif, setelah itu mengajukan pertanyaan terbuka dan memberikan kesempatan beberapa waktu kepada siswa untuk merespon, sehingga siswa terdorong berpikir tingkat tinggi dan terlibat secara aktif dalam dialog atau diskusi dengan guru dan siswa
4. Contextual Teaching and Learning
Merupakan suatu pendekatan yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warganegara dan tenaga kerja. CTL menekankan pada berfikir tingkat tinggi, transfer pengetahuan lintas disiplin akademik, dan pengumpulan, penganalisisan, pensitesisan informasi dan data dari berbagai sumber titik pandang.
Contohnya: membantu para siswa dalam belajar bagaimana memonitor belajar mereka sendiri. CTL ini sesuai dengan ungkapan: Bawalah mereka dari dunia mereka ke dunia kita, kemudian hantarkan mereka dari dunia kita ke dunia mereka kembali.
5. Cooperative Learning
Pendekatan yang bercirikan pada struktur tugas, struktur tujuan dan penghargaan (reward). Dalam penerapan pembelajaran kooperatif ini dua atau lebih individu bekerjasama, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mencapai suatu tujuan. Contohnya pada model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS), guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, guru meminta anak didik berpasangan untuk mendiskusikan apa yang telah difikirkannya pada tahap pertama. Setelah itu guru meminta kepada pasangan untuk berbagi ide, informasi, pengetahuan tentang apa yang telah didiskusikannya.
6. Creative Learning
Pembelajaran kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mengimajinasikan, melakukan inovasi, dan melakukan hal-hal yang artistik lainnya. Dikarakterkan dengan adanya keaslian dan hal yang baru. Dibentuk melalui suatu proses yang baru. Memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dirancang untuk mensimulasikan imajinasi. Kreatifitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang menekankan pada segi kuantitas, ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
Contohnya: guru kreatif dalam variasi metode mengajar dan membuat alat peraga, siswa juga diajak dan diberi kesempatan untuk merancang/membuat sesuatu serta menuliskan ide atau gagasannya.
7. Inquiry dan Discovery
Kata kunci pendekatan inquiry adalah menemukan sendiri, yaitu pendekatan yang pembelajarannya mengarahkan anak didik untuk menemukan pengetahuan, ide, dan informasi melalui usaha sendiri dengan menggunakan langkah-langkah metode ilmiah. Sedangkan pendekatan discovery hampir sama dengan inquiry, tetapi anak menemukan sendiri dari materi yang telah diberikan kepada mereka sebelumnya.
Contoh: inquiry discovery dengan pembelajaran terbimbing  adalah sebagai berikut (1) guru menentukan tujuan yang akan dipelajari oleh siswa dan memilih metode yang sesuai dengan kegiatan penernuan; (2) Menentukan lembar pengamatan data untuk siswa; (3) Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap; (4) Menentukan dengan cermat apakah siswa akan bekerja secara individu atau secara berkelompok; (5) Mencoba terlebih dahulu kegiatan yang akan dikerjakan oleh siswa.
8. Problem Solving
Merupakan pendekatan yang mengarahkan atau melatih anak didik untuk mampu memecahkan masalah dalam bidang ilmu atau bidang studi yang dipelajari.
Contohnya guru memberikan sebuah masalah yang akan diselesaikan, lalu siswa diminta untuk memahami masalah terlebih dahulu, setelah dipahami masalah itu dirumuskan, mengajukan beberapa alternative pemecahan atau solusi, terakhir siswa memilih solusi yang lebih tepat sehingga masalah dapat diselesaikan.
9. Problem Based Learning
Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.
Contohnya: seorang guru meorientasikan anak didik kepada masalah, setelah itu mengorganisasikan anak didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah tersebut.
10. Joyful Learning
Pendekatan joyful learning merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang mendukung pengembangan berpikir kreatif dan menciptaan suasana belajar yang menyenangkan.
Contohnya: pendekatan joyful leaning pada materi ekosistem, sebagai berikut:
1)   Kebermaknaan; Pemahaman akan meningkat bila informasi baru dengan gagasan dan pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. Khususnya, istilah dan konsep sering sulit dipahami. Pemahaman tersebut perlu digali melalui pengalaman siswa itu sendiri.
2)   Penguatan; terdiri atas pengulangan oleh guru dan latihan oleh siswa. Pengulangan tersebut dan latihan dapat menanggulangi proses lupa. Dalam pendekatan joyful learning, penguatan merupakan yang harus diperhatikan.
3)   Umpan balik; kegiatan belajar akan efektif bila siswa menerima dengan cepat tentang hasil-hasil tugas belajar tersebut. Umpan balik sederhana, misalnya koreksi jawaban siswa atas pertanyaan guru selama pelajaran berlangsung, atau koreksi pekerjaan siswa.
11. Life Skills Based Learning
Pendekatan life skill adalah pendekatan yang memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan yang dibutuhkan dan berguna bagi perkembangan kehidupan peserta didik.
Contohnya: Dalam mata pelajaran Sel, guru menjelaskan pengertian tentang sel, peserta didik diharapkan mampu memaknai kinerja sel yang banyak walaupun ukurannya sangat kecil sehingga peserta didik bisa lebih memaknai hidupnya dengan hal-hal yang baik untuk perkembangannya.
12. IESQ Based Learning
Pendekatan dalam pembelajaran yang menyeimbangkan 3 kecerdasan yaitu Intelektual (I), Emotional (E), dan Spiritual (S) untuk perkembangan peserta didik.
Contoh Dalam menjelaskan simbiosis dalam ekosistem, selain guru menjelaskan tentang materi simbiosis, hendaknya guru bisa memicu emosi dan spiritual peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya. Pada simbiosis mutualisme contohnya, makhluk hidup tidak bisa hidup sendiri, sehingga peserta didik bisa menerapakan kerjasama dan saling menolong antar sesama.
13. Hard and Soft Skills Based Learning
Pendekatan yang menggabungkan antara tampilan, pengetahuan, fisik (Hard skills) dan keterampilan seseorang dengan orang lain/ termasuk dengan dirinya (Soft skills). Atribut soft skills meliputi, (1) nilai yang dianut, (2) motivasi, (3) perilaku, (4) kebiasaan, (5) karakter.

Contohnya: seorang peserta didik mendapatkan ilmu dari gurunya tentang pembentukan zigot. Nilai yang bisa diambil disana yaitu memaknai arti dari perjuangan banyak sperma yang telah berjuang untuk membuahi ovum tetapi hanya 1 sperma yang berhasil. Dari proses itu saja, kita yang telah menikmati hidup ini, hendaknya bersyukur karena kita adalah orang yang terpilih, jadi kenapa kadang kita meragukan kemampuan yang kita miliki? Hal itu bisa menjadi motivasi untuk selalu mengasah diri menjadi yang terbaik. Ketika ada motivasi, kita harus aplikasikan dalam prilaku. Seseorang yang sudah memiliki prilaku yang baik, dalam kehidupan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu yang akan menjadi karakter