Pengertian Kurikulum
Dalam bidang pendidikan, pengertian kurikulum secara luas adalah
segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, di dalam kelas, di
halaman sekolah, maupun diluarnya, atau segala kegiatan di bawah tanggung jawab
sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya.akibat dari berbagai
perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep
kurikulum selanjutnya juga menerobos dimensi waktu dan tempat, artinya
kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya
terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan
berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Demikian
pula tidak hanya mengambil berbagai bahan ajar setempat (lokal), kemudian
berbentuk kurikulum muatan lokal tetapi juga berbagai bahan ajar yang
bersifat nasional, yang kemudian berbentuk kurikulum nasional (kurnas) dan
lebih luas lagi bersifat internasional atau yang bersifat global.
Dengan demikian kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan
program pengajaran, yaitu program yang direncanakan, diprogramkan dan
dirancangkan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang
berasal dari waktu yang lalu, sekarang, maupun masa yang akan datang. Berbagai
bahan tersebut direncanakan secara sistemik, artinya direncanakan dengan
memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Berbagai
bahan ajar yang dirancang tersebut harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku
sekarang, diantaranya harus sesuai dengan pancasila, UUD 1945, GBHN, UU
SISDIKNAS, PP No.27 dan 30, adat istiadat dan sebagainya. Program tersebut akan
dijadikan pedoman bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam melaksanakan
proses pembelajaran agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkan sesuai dengan
yang tertera pada tujuan pendidikan.
Jadi kurikulum ialah: suatu program pendidikan yang berisikan
bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan
dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang
dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan
peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran
2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan
secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai
perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan
dengan KTSP. Berikut ini adalah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP
|
No
|
Kurikulum
2013
|
KTSP
|
|
1
|
SKL (Standar Kompetensi
Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013.
Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar
Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun
2013
|
Standar Isi ditentukan terlebih
dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL
(Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
|
|
2
|
Aspek kompetensi lulusan ada
keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi
sikap, keterampilan, dan pengetahuan
|
lebih menekankan pada aspek
pengetahuan
|
|
3
|
di jenjang SD Tematik Terpadu
untuk kelas I-VI
|
di jenjang SD Tematik Terpadu
untuk kelas I-III
|
|
4
|
Jumlah jam pelajaran per minggu
lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP
|
Jumlah jam pelajaran lebih sedikit
dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
|
|
5
|
Proses pembelajaran setiap tema di
jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan
pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam
pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan,
Menyimpulkan, dan Mencipta.
|
Standar proses dalam pembelajaran
terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
|
|
6
|
TIK (Teknologi Informasi dan
Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media
pembelajaran
|
TIK sebagai mata pelajaran
|
|
7
|
Standar penilaian menggunakan
penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
|
Penilaiannya lebih dominan pada
aspek pengetahuan
|
|
8
|
Pramuka menjadi ekstrakuler wajib
|
Pramuka bukan ekstrakurikuler
wajib
|
|
9
|
Pemintan (Penjurusan) mulai kelas
X untuk jenjang SMA/MA
|
Penjurusan mulai kelas XI
|
|
10
|
BK lebih menekankan mengembangkan
potensi siswa
|
BK lebih pada menyelesaikan
masalah siswa
|
Itulah beberpa perbedaan Kurikulum
2013 dan KTSP. Walaupun kelihatannya terdapat perbedaan yang sangat jauh antara
Kurikulum 2013 dan KTSP, namun sebenarnya terdapat kesamaan ESENSI Kurikulum
2013 dan KTSP. Misal pendekatan ilmiah (Saintific Approach) yang pada
hakekatnya adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa mencari pengetahuan
bukan menerima pengetahuan. Pendekatan ini mempunyai esensi yang sama dengan
Pendekatan Keterampilan Proses (PKP). Masalah pendekatan sebenarnya bukan
masalah kurikulum, tetapi masalah implementasi yang tidak jalan di kelas. Bisa
jadi pendekatan ilmiah yang diperkenalkan di Kurikulum 2013 akan bernasib sama
dengan pendekatan-pendekatan kurikulum terdahulu bila guru tidak paham dan
tidak bisa menerapkannya dalam pembelajaran di kelas.
B. Perbandingan Antara Kurikulum
Tahun 2006 dan 2013
|
NO
|
Dilihat dari segi
|
Kurikulum tahun 2006
|
Kurikulum tahun 2013
|
|
1.
|
Kompetensi lulusan
|
Belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter
Belum menghasilkan Keterampilan sesuai kebutuhan
Pengetahuan-pengetahuan lepas
|
Berkarakter mulia
Keterampilan yang relevan
Pengetahuan-pengetahuan terkait
|
|
2.
|
Materi Pembelajaran
|
Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Beban belajar terlalu
berat
Terlalu luas, kurang mendalam
|
Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Materi esensial
Sesuai dengan tingkat perkembangan anak
|
|
3.
|
Proses Pembelajaran
|
Berpusat pada guru (teacher centered learning)
Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks
Buku teks hanya memuat materi bahasan
|
Berpusat pada peserta didik (student centered
active learning)
Sifat pembelajaran yang kontekstual
Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran,
sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan
|
|
4.
|
Penilaian
|
Menekankan aspek kognitif
Test menjadi cara penilaian yang dominan
|
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik
secara proporsional
Penilaian test dan portofolio saling melengkapi
|
|
5.
|
Standar Kompetensi
Lulusan
|
diturunkan dari
Standar
Isi
|
diturunkan dari
kebutuhan
masyarakat
|
|
6.
|
Standar Isi
|
diturunkan dari
Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
|
diturunkan dari
Standar
Kompetensi Lulusan
Mata Pelajaran
|
|
Struktur Mata
Pelajaran
|
pembentuk
keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
|
Semua mata pelajaran
harus
berkontribusi terhadap
pembentukan sikap,
keterampilan,
dan pengetahuan
|
|
|
7.
|
Pengelolaan kurikulum
|
Satuan pendidikan mempunyai kebebasan
dalam pengelolaan kurikulum
Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan
menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan,
kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata
pelajaran
|
Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali
kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan
mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan
potensi daerah
Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum
sampai buku teks dan pedoman
|
|
Kompetensi Mata
pelajaran
|
diturunkan dari mata
pelajaran
|
diturunkan dari mata
pelajaran
|
|
|
Pengembangan
Kurikulum
|
Pengembangan
kurikulum sampai pada
komptensi dasar
|
Pengembangan kurikulum
sampai
pada buku teks dan
buku pedoman
guru
|
|
|
Proses Penyusunan
Silabus Guru
|
Hampir Mutlak dibatasi
oleh SK-KD
|
Hampir Mutlak dibatasi
oleh SK-KD
|
|
|
Kompetensi Guru
|
Diutamakan Harus
Tinggi
|
Sebaiknya itu Tinggi,
Namun bagi yang rendah ada kesempatan terbantu dengan adanya buku
|
|
|
Hasil Pembelajaran
siswa
|
Tergantung sepenuhnya
pada guru
|
Tidak sepenuhnya
Tergantung Pada Guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah
|
Dibawah Ini Materi
Muatan SMP, dengan membandingkan Struktrur Kurikulum 2006 dan 2013:
Materi Muatan SD
Materi Muatan SMP
|
Struktur Kurikulum 2006
|
Struktur Kurikulum 2013
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kelebihan Kurikulum 2006
(KTSP)
Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan
Mendorong para guru,
kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan
kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
Guru sebagai fasilitator
yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar
siswa.
Kekurangan Kurikulum
2006
Kurangnnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah.
Kurangnya ketersediaan
sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
Masih banyak guru yang
belum memahami KTSP secara komprehensif baik kosepnya, penyusunannya,maupun
prakteknya di lapangan
Kelebihan Kurikulum
2013:
Mendorong siswa kreatif
dan inovatif serga pendidikan karakter yang terintegrasi menjadi satu.
Guru juga dipacu
kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan. calon guru untuk
meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.
Dapat mengikuti dan
menyesuaikan dengan perubahan faktor-faktor yang melandasinya, baik filosofis,
psikologis, sosiologis, IPTEK dan faktor-faktor lainnya.
Kekurangan Kurikulum
2013:
Pemerintah seolah
melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama.
Tidak adanya
keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil.
Kebosanan peserta didik
terhadap aktivitas belajar yang semakin panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar