Rabu, 23 Juli 2014

PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN 2013

Pengertian Kurikulum
Dalam bidang pendidikan, pengertian kurikulum secara luas adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun diluarnya, atau segala kegiatan di bawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya.akibat dari berbagai perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep kurikulum selanjutnya juga menerobos dimensi waktu dan tempat, artinya kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Demikian pula tidak hanya mengambil berbagai bahan ajar setempat (lokal), kemudian berbentuk kurikulum  muatan lokal tetapi juga berbagai bahan ajar yang bersifat nasional, yang kemudian berbentuk kurikulum nasional (kurnas) dan lebih luas lagi bersifat internasional atau yang bersifat global.
Dengan demikian kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang, maupun masa yang akan datang. Berbagai bahan tersebut direncanakan secara sistemik, artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Berbagai bahan ajar yang dirancang tersebut harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku sekarang, diantaranya harus sesuai dengan pancasila, UUD 1945, GBHN, UU SISDIKNAS, PP No.27 dan 30, adat istiadat dan sebagainya. Program tersebut akan dijadikan pedoman bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkan sesuai dengan yang tertera pada tujuan pendidikan.
Jadi kurikulum ialah: suatu program pendidikan yang berisikan bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan  secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk  mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP. Berikut ini adalah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP
No
Kurikulum 2013
KTSP
1
SKL  (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013
Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
2
Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
lebih menekankan pada aspek pengetahuan
3
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
4
Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP
Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
5
Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
6
TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran
TIK sebagai mata pelajaran
7
Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan
8
Pramuka menjadi ekstrakuler wajib
Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib
9
Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
Penjurusan mulai kelas XI
10
BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa
BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa
Itulah beberpa perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP. Walaupun kelihatannya terdapat perbedaan yang sangat jauh antara Kurikulum 2013 dan KTSP, namun sebenarnya terdapat kesamaan ESENSI Kurikulum 2013 dan KTSP. Misal pendekatan ilmiah (Saintific Approach) yang pada hakekatnya adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan. Pendekatan ini mempunyai esensi yang sama dengan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP).  Masalah pendekatan sebenarnya bukan masalah kurikulum, tetapi masalah implementasi yang tidak jalan di kelas. Bisa jadi pendekatan ilmiah yang diperkenalkan di Kurikulum 2013 akan bernasib sama dengan pendekatan-pendekatan kurikulum terdahulu bila guru tidak paham dan tidak bisa menerapkannya dalam pembelajaran di kelas.







B.     Perbandingan Antara Kurikulum Tahun 2006 dan 2013

Berikut perbandingan antara kurikulum tahun 2006 dan 2013:
NO
Dilihat dari segi
Kurikulum tahun 2006
Kurikulum tahun 2013
1.
Kompetensi lulusan
  Belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter
  Belum menghasilkan Keterampilan sesuai kebutuhan
  Pengetahuan-pengetahuan lepas
  Berkarakter mulia
  Keterampilan yang relevan
  Pengetahuan-pengetahuan terkait
2.
Materi Pembelajaran
  Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Beban belajar terlalu berat
  Terlalu luas, kurang mendalam
  Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Materi esensial
  Sesuai dengan tingkat perkembangan anak
3.
Proses Pembelajaran
  Berpusat pada guru (teacher centered learning)
  Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks
  Buku teks hanya memuat materi bahasan
  Berpusat pada peserta didik (student centered active learning)
  Sifat pembelajaran yang kontekstual
  Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan
4.
Penilaian
  Menekankan aspek kognitif
  Test menjadi cara penilaian yang dominan
  Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional
  Penilaian test dan portofolio saling melengkapi
5.
Standar Kompetensi Lulusan
diturunkan dari Standar
Isi
diturunkan dari kebutuhan
masyarakat
6.
Standar Isi
diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
diturunkan dari Standar
Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
Struktur Mata Pelajaran
pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus
berkontribusi terhadap
pembentukan sikap, keterampilan,
dan pengetahuan
7.
Pengelolaan kurikulum
  Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
  Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
  Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran
  Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
  Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
  Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman
Kompetensi Mata pelajaran
diturunkan dari mata pelajaran 
diturunkan dari mata pelajaran 
Pengembangan
Kurikulum
Pengembangan
kurikulum sampai pada
komptensi dasar
Pengembangan kurikulum sampai
pada buku teks dan buku pedoman
guru
Proses Penyusunan Silabus Guru
Hampir Mutlak dibatasi oleh SK-KD
Hampir Mutlak dibatasi oleh SK-KD
Kompetensi Guru
Diutamakan Harus Tinggi
Sebaiknya itu Tinggi, Namun bagi yang rendah ada kesempatan terbantu dengan adanya buku
Hasil Pembelajaran siswa
Tergantung sepenuhnya pada guru
Tidak sepenuhnya Tergantung Pada Guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah












Dibawah Ini Materi Muatan SMP, dengan membandingkan Struktrur Kurikulum 2006 dan 2013:

Materi Muatan SD


Materi Muatan SMP
Struktur Kurikulum 2006
No
Komponen
Kelas
VII
VIII
XI
1
Pend. Agama
2
2
2
2
Pend. Kewarganegaraan
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
Matematika
4
4
4
5
IPA
4
4
4
6
IPS
4
4
4
7
Bahasa Inggris
4
4
4
8
Seni Budaya
2
2
2
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
2
2
2
10
Keterampilan/TIK
2
2
2
11
Muata Lokal
2
2
2
12
Pengembangan Diri
2*
2*
2*
JUMLAH
34
34
34
Struktur Kurikulum 2013
No
Komponen
Kelas
VII
VIII
XI
1
Pend. Agama
3
3
3
2
Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
3
Bahasa Indonesia
6
6
6
4
Matematika
5
5
5
5
Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
7
Bahasa Inggris
4
4
4
8
Seni Budaya (Termasuk Mulok)
3
3
3
9
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan (Termasuk Mulok)
3
3
3
10
Prakarya (Termasuk Mulok)
2
2
2
JUMLAH
38
38
38









Kelebihan Kurikulum 2006 (KTSP)
Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan
Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa.

Kekurangan Kurikulum 2006
Kurangnnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah.
Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik kosepnya, penyusunannya,maupun prakteknya di lapangan
Kelebihan Kurikulum 2013:
Mendorong siswa kreatif dan inovatif serga pendidikan karakter yang terintegrasi menjadi satu.
Guru juga dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan. calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.
Dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan perubahan faktor-faktor yang melandasinya, baik filosofis, psikologis, sosiologis, IPTEK dan faktor-faktor lainnya.
Kekurangan Kurikulum 2013:
Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama.
Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil.
Kebosanan peserta didik terhadap aktivitas belajar yang semakin panjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar